Senin, Januari 26, 2026
BerandaMengapa Majnun Tidak Menikahi Laila?

Mengapa Majnun Tidak Menikahi Laila?

Jurnalfakta1.com | Di sebuah gurun pasir yang sunyi, cinta tumbuh di antara dua jiwa muda: Qais dan Laila. Mereka saling mencinta dengan begitu dalam, seakan dunia hanya milik berdua. Namun, cinta mereka bukanlah cinta biasa. Ia adalah api yang membakar, sekaligus lautan yang menenggelamkan.

Qais, si penyair muda, setiap hari menulis syair tentang Laila. Di setiap bait puisinya, ia menyebut nama sang kekasih, memuji keindahan matanya, kelembutan suaranya, dan kesucian jiwanya. Namun, cinta Qais yang begitu besar membuat orang-orang menjulukinya Majnun – sang “gila” – karena hanya nama Laila yang terus dia sebut dalam kegilaannya.

Orang tua Laila tidak merestui cinta itu. Mereka khawatir pada nama baik keluarga, pada bisik-bisik tetangga tentang seorang lelaki yang kehilangan akal karena cinta. Mereka takut jika Laila bersatu dengan Qais, aib akan menimpa mereka. Maka, Laila dinikahkan dengan pria lain yang tidak pernah dia cintai.

Majnun mendengar kabar itu. Hatinya hancur, tapi ia tidak marah pada Laila. Ia tahu, mereka adalah korban takdir. Dengan langkah lunglai, ia meninggalkan desa dan memilih hidup sebagai pengembara di gurun, bersama binatang-binatang liar, bersama angin dan pasir. Ia menulis syair di atas batu, menangis kepada langit, berbicara kepada bintang-bintang tentang Laila.

BACA JUGA:   Pemkot Jakarta Selatan Gelar Festival Bongsang Pasar Minggu Ke-4 Tahun 2024

Sementara itu, Laila yang terkurung dalam ikatan pernikahan, menahan rindu yang tak pernah padam. Hingga akhirnya, tubuhnya yang rapuh jatuh sakit karena duka yang mendalam, dan ia pun meninggal dunia.

Ketika Majnun mendengar kabar kematian Laila, ia datang ke pusaranya, memeluk tanah yang menutupi jasad sang kekasih. Ia menangis, memanggil nama Laila berulang kali, hingga tubuhnya sendiri terjatuh lemah. Di atas makam Laila, Majnun menghembuskan napas terakhir.

Mereka tak pernah bersatu di dunia. Tapi cinta mereka abadi dalam kisah, menjadi legenda tentang dua insan yang mencintai dengan jiwa, bukan raga.

“Cinta mereka tidak memerlukan pernikahan, karena jiwa mereka telah bersatu jauh sebelum dunia memisahkan.”

Red

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments