JAKARTA SELATAN – Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, membuka Festival Budaya Mikul Buah di Lapangan Hortikultura, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Sabtu (27/6). Kegiatan yang merefleksikan kejayaan hortikultura kawasan Pasar Minggu tersebut berhasil memecahkan rekor Original Record Indonesia (ORI) melalui Parade Kolosal Mikul Buah yang diikuti ratusan peserta.
Festival yang berlangsung meriah ini menjadi simbol kebangkitan kembali sejarah Pasar Minggu sebagai kawasan hortikultura yang telah dikenal sejak masa kolonial Belanda. Ratusan peserta mengenakan pakaian tradisional sambil memikul hasil bumi dalam parade budaya yang menjadi daya tarik utama acara.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan Festival Mikul Buah memiliki makna historis yang sangat kuat bagi kawasan Pasar Minggu yang sejak dahulu dikenal sebagai pusat penelitian dan pengembangan hortikultura nasional bahkan internasional.
“Melalui kebersamaan para petani terdahulu yang ramai-ramai memikul hasil buminya, kawasan Pasar Minggu ini menjadi mendunia dengan produksi buahnya yang masif. Nilai sejarah, budaya kerja keras, dan disiplin inilah yang harus kita wariskan kepada generasi muda,” ujar Syafrin.
Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga momentum edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan budaya bersih.
“Budaya bersih dan disiplin memilah sampah harus ditanamkan di seluruh lapisan masyarakat. Jika kita memahami adanya manfaat ekonomi di dalamnya, masyarakat akan lebih tertib. Ini selaras dengan ketahanan kota dalam menghadapi tantangan global,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Mikul Buah, Suparno, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Pasar Minggu untuk mengenang perjalanan sejarah wilayah yang telah berusia sekitar 105 tahun.
Ia menjelaskan, Festival Mikul Buah yang berlangsung pada 27-28 Juni 2026 melibatkan sebanyak 80 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memasarkan produknya di sepanjang area festival. Selain itu, sebanyak 220 peserta turut ambil bagian dalam parade memikul buah yang berhasil memecahkan rekor ORI.
“Pencapaian jumlah peserta dan UMKM ini tidak hanya sekadar melestarikan tradisi, tetapi juga membangkitkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” tandasnya.
Festival Budaya Mikul Buah diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menjaga warisan sejarah Pasar Minggu sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan penguatan identitas budaya lokal.
Reporter: Roganda
Editor : Alam Chan

