Minggu, September 13, 2026
BerandaBudayaIWDF 2026 Resmi Dibuka, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

IWDF 2026 Resmi Dibuka, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi membuka Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 yang digelar di Pos Bloc Jakarta, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2026).

Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Tari Sedunia sekaligus langkah strategis menyambut usia lima abad Kota Jakarta serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global berbasis kebudayaan.

Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta terus memperkuat perannya di tingkat internasional melalui berbagai agenda kebudayaan dan ekonomi kreatif. Menurutnya, sektor budaya memiliki peran penting dalam mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.
“Jakarta telah ditetapkan menjadi pelaksana sebuah kegiatan internasional besar yang akan berlangsung di Tokyo pada Oktober mendatang. Ditambah lagi dengan kegiatan UNESCO, Jakarta akan menjadi pusat sentral kebudayaan ekonomi kreatif pada tahun 2027,” ujar Rano.

IWDF 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan pelaku seni tari dari dalam maupun luar negeri. Sebanyak 88 grup tari yang terdiri dari sanggar, komunitas, dan institusi pendidikan turut ambil bagian dalam festival tersebut.

BACA JUGA:   Festival Hari Anak Nasional 2026 di Jaksel, 274 Pelajar Ikuti Beragam Perlombaan

Selain itu, terdapat 13 finalis kompetisi battle dance yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Papua Tengah, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan DKI Jakarta.

Festival ini juga melibatkan 155 peserta workshop tari topeng tunggal serta para influencer dan konten kreator tari dari berbagai wilayah Indonesia.

Tidak hanya itu, Festival Tari Nusantara yang menjadi bagian dari IWDF 2026 menghadirkan sekitar 1.200 penari yang mewakili 14 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua. Festival ini juga mendapat partisipasi internasional dari Korea Selatan.

Berbagai unsur seni budaya turut meramaikan acara tersebut, mulai dari budayawan, maestro tari, seniman pelestari budaya, penari profesional lintas usia dan genre, hingga para musisi yang berperan sebagai pengisi acara maupun juri kompetisi.

Rano menekankan bahwa penyelenggaraan festival tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni tari.
“Saya sangat mendukung keberadaan sanggar-sanggar di Jakarta. Apapun bentuknya, jika tidak memiliki ruang untuk berekspresi, maka pembinaan yang dilakukan tidak akan maksimal. Itulah inti dari kegiatan ini,” katanya.

BACA JUGA:   Syafrin Buka Festival Gambang Kromong Jagakarsa

Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan Jakarta menuju kota global tercermin dari peningkatan posisi Jakarta dalam indeks kota global dunia. Saat ini Jakarta berada di peringkat 71, naik dari posisi 74 sebelumnya.
“Jakarta terus menunjukkan kemajuan. Bahkan baru-baru ini Jakarta ditetapkan sebagai kota nomor dua teraman di Asia. Ini menunjukkan bahwa Jakarta dijaga oleh masyarakatnya. Karena itu lahirlah tagline ‘Jaga Jakarta’,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana IWDF 2026, Rosmala Sari Dewi, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari refleksi atas kekayaan seni tari Indonesia yang sangat beragam serta kebutuhan akan ruang kolaborasi yang lebih luas bagi komunitas dan sanggar tari daerah.

Menurutnya, IWDF diharapkan menjadi platform tari dunia yang komprehensif dan berkelanjutan, sekaligus sarana peningkatan kapasitas bagi para pelaku seni.
“Melalui IWDF 2026, kami berharap seni tari tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi instrumen diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan Indonesia ke panggung dunia dan memperkuat citra Jakarta sebagai kota global berbasis kebudayaan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Festival Kemerdekaan RW 02 Lenteng Agung Meriah, UMKM Warga Ikut Unjuk Potensi

Rosmala menambahkan, dukungan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi modal penting dalam mewujudkan IWDF sebagai wadah ideal bagi para pelaku seni tari, terutama dalam momentum bersejarah menyambut 500 tahun Kota Jakarta.

Dengan penyelenggaraan IWDF 2026, Jakarta semakin menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat kreativitas, kebudayaan, dan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Editor    : Alam Chan

Gambar: Istimewa

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments