KOTA TANGERANG – Halaman parkir Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Minggu (21/6/2026), mendadak berubah fungsi. Biasanya dipenuhi kendaraan, kali ini dipenuhi 70 bocah yang datang dengan dua ekspresi berbeda: berani di depan teman, gugup saat melihat petugas medis.
Karang Taruna (Katar) Kelurahan Neroktog kembali menggelar Sunatan Massal Jilid II yang diikuti peserta dari seluruh RW se-Kelurahan Neroktog. Acara sosial tahunan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Banten, Plh Camat Pinang, Plt Lurah Neroktog, unsur tiga pilar, serta Forum RT dan RW.
Sejak pagi, suasana sudah ramai. Ada peserta yang datang dengan percaya diri seperti hendak menerima piala, ada pula yang mendadak rajin memegang tangan ibunya, bahkan beberapa terlihat menatap kursi sunat layaknya melihat soal ujian yang belum dipelajari.
Namun setelah proses selesai, semuanya berubah. Tangis berganti tawa, takut berubah lega, dan gaya berjalan pun mendadak seragam: pelan, hati-hati, serta menjaga jarak aman antara kedua kaki.
Ketua Katar Kelurahan Neroktog, Indra Wahyudi, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang terus mendapat antusiasme warga.
“Sunatan massal jilid II ini pesertanya sangat antusias. Ke depan kita juga akan melaksanakan kegiatan yang sama, yakni jilid III di tahun yang akan datang,” ujar Indra.
Tak hanya sunatan massal, kegiatan tersebut juga diramaikan bazar UMKM dan sembako murah yang bekerja sama dengan sejumlah ritel modern. Sambil menunggu anaknya selesai, para orang tua berburu kebutuhan pokok, sedangkan para peserta menikmati momen sebagai “pejuang kecil” yang baru saja menyelesaikan misi besar.
Lapak UMKM pun ikut ramai. Aroma makanan bercampur dengan suara warga yang saling bercanda, sementara para peserta sunat menjadi pusat perhatian. Ada yang mendapat uang saku, hadiah, hingga pujian karena dianggap sudah resmi “naik level.”
Ketua RW sekaligus tokoh masyarakat, Syamsul atau yang akrab disapa Ocit, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sangat membantu masyarakat.
“Tentunya ini sangat baik dan bermanfaat bagi warga. Ini juga kan sudah yang kedua, semoga terus berlanjut pada setiap tahunnya,” katanya.
Ia menegaskan Forum RT dan RW akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang dilakukan Karang Taruna sebagai generasi penerus di wilayah tersebut.
Sunatan Massal Jilid II Katar Neroktog akhirnya bukan hanya menjadi kegiatan sosial semata, melainkan juga menjadi hari bersejarah bagi 70 bocah yang datang dengan langkah tegap dan pulang dengan langkah ekstra hati-hati. Satu hal yang pasti, hari itu halaman Kelurahan Neroktog menjadi saksi bahwa keberanian seorang anak kadang dimulai dari kalimat sederhana,”Tenang, sebentar kok” meski bagi para peserta, kalimat itu terasa lebih panjang dari antrean sembako murah.
Reporter: Dhanu
Editor : Alam Chan

