Minggu, September 13, 2026
BerandaMegapolitanPolres Tangerang Kota Perkuat Cegah Tawuran Pelajar

Polres Tangerang Kota Perkuat Cegah Tawuran Pelajar

TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota mengumpulkan kepala sekolah dan guru bidang kesiswaan tingkat SMP dan SMA untuk memperkuat upaya pencegahan tawuran serta kenakalan remaja di kalangan pelajar.

Rapat koordinasi digelar di Rupatama Lantai 6 Mako Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (11/8/2026). Pertemuan dipimpin Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, didampingi Wakapolres AKBP Fiki Novian Ardiansyah serta sejumlah pejabat utama dan Kapolsek jajaran.

Dalam rapat tersebut, polisi bersama pihak sekolah membahas sejumlah langkah pencegahan, mulai dari pemetaan siswa yang membutuhkan perhatian khusus, penguatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK), komunikasi dengan orang tua, hingga deteksi dini terhadap potensi tawuran, geng motor, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, minuman keras dan tindak kriminal lainnya.

Eko mengatakan, komunikasi antara kepolisian, sekolah dan orang tua harus diperkuat agar berbagai persoalan yang melibatkan pelajar dapat dicegah sejak dini. “Mudah-mudahan dengan seperti ini komunikasinya jadi enggak ragu-ragu. Saya akan berikan semuanya yang saya bisa kasih, pelayanan kepolisian maksimal, totalitas,” kata Eko.

BACA JUGA:   Presiden Prabowo Resmikan Empat Pulau Jadi Wilayah Aceh

Ia menegaskan jajaran Polres Metro Tangerang Kota akan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. “Kami memastikan dari jajaran kami akan menjaga supaya sepenuh hati dan tidak menyakiti hati masyarakat,” ujarnya.

Eko juga meminta sekolah melakukan pendataan dan pemetaan terhadap siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Guru BK didorong lebih aktif dalam memberikan pembinaan dan pendampingan.

Selain itu, sekolah diminta memperkuat komunikasi dengan orang tua, memantau perubahan perilaku siswa serta lingkungan pergaulannya. Pihak sekolah juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi rencana tawuran maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Termasuk, sekolah diminta mendata sejumlah lokasi di luar lingkungan sekolah yang kerap menjadi tempat berkumpulnya pelajar.

Namun, Eko mengingatkan agar guru tidak memberikan stigma kepada siswa yang pernah bermasalah. “Jangan melabel anak muridnya anak nakal, tapi kita rubah anak murid supaya ekstra kelakuannya,” katanya.

Dalam sesi dialog, sejumlah guru menyampaikan kekhawatiran terkait tawuran yang bermula dari media sosial. Pihak sekolah juga meminta kepolisian ikut memantau lokasi-lokasi yang kerap digunakan pelajar untuk nongkrong hingga malam hari.

BACA JUGA:   Walikota Jaksel Tanam Pohon Alpukat di Pinggir Kali Ciliwung pada Acara 3S Pemuda Pancasila

Menanggapi hal tersebut, polisi meminta sekolah segera menyampaikan informasi apabila menemukan akun atau unggahan yang mengarah pada provokasi maupun ajakan tawuran. “Lakukan deteksi, kirim foto, video, shareloc, berikan kami informasi, kami akan tindak lanjuti,” tegas Eko.

Menurutnya, informasi sekecil apa pun dapat menjadi bahan bagi kepolisian untuk mengambil langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

Sementara itu, Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki Novian Ardiansyah menyoroti penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Menurutnya, orang tua, guru dan kepolisian harus bersama-sama mengawasi aktivitas anak di media sosial.

Ia meminta para guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dampak hukum penggunaan media sosial secara tidak bijak, termasuk ketika digunakan untuk menyebarkan ajakan tawuran atau konten provokatif. “Adanya ajakan untuk tawuran, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memantau dan mengarahkan anak-anak kita untuk menggunakan medsos dengan bijak. Kita harus saling mengontrol, bukan saling melempar,” kata Fiki.

Fiki juga mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan mengunggah konten di media sosial. “Kita perlu tekankan anak didik kita bahwa jejak digital tidak bisa hilang. Kita harus kasih tahu anak didik kita agar bijak dalam bermedsos. Jangan sekali-sekali mengunggah konten yang negatif,” ujarnya.

BACA JUGA:   Macet Parah Warnai Jalan Ampera Raya Pagi Ini

Polres Metro Tangerang Kota menyebut koordinasi bersama pihak sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun early warning system dalam mencegah tawuran, penyalahgunaan narkoba dan kekerasan serta berbagai bentuk kenakalan remaja.

Reporter: Hammad Harahap

Editor     : Alam Chan

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments