Minggu, September 13, 2026
BerandaKesehatanDBD Nomor Tiga Tertinggi di Jaksel, Pejaten Timur Diminta Jangan Abai Kebersihan

DBD Nomor Tiga Tertinggi di Jaksel, Pejaten Timur Diminta Jangan Abai Kebersihan

JAKARTA SELATAN – Alarm bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali dibunyikan di Kelurahan Pejaten Timur. Pasalnya, wilayah tersebut kini tercatat sebagai daerah dengan kasus DBD tertinggi ketiga di Jakarta Selatan.

Hal itu disampaikan Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Pasar Minggu, Supeno, saat kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Jumat Bersih di wilayah RW 01, Kelurahan Pejaten Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan. Jumat, (26/6/2026).

Supeno menegaskan bahwa tingginya kasus DBD harus menjadi peringatan serius bagi seluruh warga. Ia meminta kader jumantik, pengurus RT dan RW, serta masyarakat untuk tidak lengah terhadap kebersihan lingkungan.

“Pejaten Timur saat ini berada di posisi ketiga tertinggi kasus DBD di Jakarta Selatan. Ini bukan angka yang bisa dianggap biasa. Semua pihak harus bergerak dan lebih peduli terhadap lingkungan,” tegas Supeno.

Menurutnya, genangan air yang dibiarkan, saluran yang kotor, hingga wadah-wadah bekas yang menampung air hujan menjadi tempat ideal berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD.

Ia mengingatkan, memasuki musim hujan, potensi penyebaran penyakit akan semakin meningkat apabila warga tidak disiplin melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

BACA JUGA:   Diduga Produksi Ilegal! Usaha Makanan Rumahan di Tangerang Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin BPOM

“Kami meminta para kader jumantik, ketua RT, ketua RW dan warga lebih giat membersihkan lingkungan. Jangan menunggu ada warga yang sakit baru bergerak. Sarang jentik harus dibasmi sebelum menimbulkan korban,” ujarnya.

Kegiatan PSN Jumat Bersih di RT 01 RW 01 melibatkan kader jumantik, pengurus lingkungan dan warga yang melakukan pemeriksaan jentik serta membersihkan titik-titik genangan air.

Pemerintah Kecamatan Pasar Minggu berharap kegiatan ini menjadi gerakan bersama agar kasus DBD di Pejaten Timur dapat ditekan dan masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungannya.

Reporter: Helman

Editor     : Alam Chan

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments