Minggu, September 13, 2026
BerandaPendidikanWawali Jaksel Buka Pelatihan Guru Pembina PMR, Dorong Penguatan Karakter dan Kesiapsiagaan...

Wawali Jaksel Buka Pelatihan Guru Pembina PMR, Dorong Penguatan Karakter dan Kesiapsiagaan Bencana

JAKARTA – Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho, membuka Pelatihan Guru Pembina Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Mula, Madya, dan Wira yang digelar di Ruang Diklat, Gedung Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan, Kecamatan Pasar Minggu, Jumat (24/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 Juli 2026, tersebut diikuti sebanyak 45 guru pembina. Kegiatan menghadirkan narasumber dari PMI Kota Jakarta Selatan dan PMI Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Ali Murthadho menegaskan bahwa PMR merupakan bagian penting dari PMI yang memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter generasi muda. Keberadaan PMR tidak hanya diarahkan untuk membentuk pelajar yang memiliki kepedulian terhadap sesama, tetapi juga mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Menurut Ali, anggota PMR juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Saya menaruh harapan besar agar keterampilan para anggota PMR dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya, selaras dengan perkembangan zaman,” ujar Ali.

BACA JUGA:   Air Mata Bahagia Laura, Potret Toleransi Sejati di Kampus UMSU

Ia juga berharap para Guru Pembina PMR dapat memberikan kontribusi terbaik dalam mendampingi dan membentuk karakter para siswa. Hal tersebut, menurutnya, dapat dilakukan melalui penguatan pemahaman mengenai tanggap bencana, kepedulian terhadap isu-isu sosial, serta berbagai aspek kemanusiaan.
“Saya minta semuanya mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi para guru pembina PMR dalam membina, mendampingi, serta mengembangkan kegiatan PMR di lingkungan sekolah.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, kegiatan PMR diharapkan dapat berjalan lebih aktif, terarah, dan berkesinambungan, serta tetap berpedoman pada prinsip-prinsip kepalangmerahan.
“Dalam kegiatan ini para peserta diberikan materi terkait pengetahuan dasar kepalangmerahan, pembangunan kapasitas (capacity building), struktur organisasi dan kolaborasi, serta pentingnya memberikan pemahaman kepada orang tua agar senantiasa mendukung kegiatan PMR,” tambah Mundari.

Melalui pelatihan ini, PMI Jakarta Selatan berharap para guru pembina mampu menjadi penggerak dalam mengembangkan kegiatan PMR di sekolah. Dengan demikian, PMR dapat semakin berperan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli terhadap sesama, memiliki jiwa kemanusiaan, serta tanggap dan siap menghadapi berbagai situasi darurat dan bencana.

BACA JUGA:   Seskab Tinjau Persiapan Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Gus Ipul Harap Presiden Hadir Saat Peresmian

Editor: Alam Chan

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments