Minggu, September 13, 2026
BerandaMegapolitanPramono Anung Tinjau SJUT Tebet, Target Lima Tahun Kabel Udara Jakarta Turun...

Pramono Anung Tinjau SJUT Tebet, Target Lima Tahun Kabel Udara Jakarta Turun ke Bawah Tanah

JAKARTA SELATAN – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Penataan jaringan utilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengubah wajah ibu kota agar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Pramono mengatakan penurunan kabel udara ke bawah tanah akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian dalam lima tahun ke depan. Kebijakan tersebut memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025.
“Saya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan sepenuhnya demi mengubah wajah ibu kota secara signifikan,” ujar Pramono.

Menurutnya, percepatan penataan jaringan utilitas membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, badan usaha milik daerah (BUMD), pemilik utilitas, dan sektor swasta.

Pemprov DKI Jakarta mendorong percepatan melalui program 5M, yakni menggunakan SJUT, melakukan relokasi secara mandiri, mengikat kabel udara, memotong kabel yang sudah tidak berfungsi, serta meninggikan kabel yang menjuntai.
“Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,” tuturnya.

BACA JUGA:   Wakil Wali Kota Jaksel Buka Roadshow Keterbukaan Informasi Publik di Setiabudi

Sementara itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat jaringan SJUT yang telah terbangun mencapai 41,7 kilometer. Sejumlah ruas jalan prioritas, termasuk Jalan Dr. Supomo, ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pembangunan SJUT dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Rekayasa lalu lintas dan sosialisasi kepada pengguna jalan juga terus dilakukan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta guna meminimalkan dampak pekerjaan terhadap aktivitas masyarakat.

Pemprov DKI Jakarta turut mengajak seluruh pemilik utilitas mengambil bagian dalam program penataan tersebut. Untuk kawasan yang belum terjangkau SJUT, pemilik utilitas didorong melakukan relokasi secara mandiri sehingga proses penataan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.

Penataan jaringan utilitas juga mulai diarahkan pada jaringan listrik. PT PLN (Persero) saat ini menyiapkan desain serta melakukan uji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum penerapan Saluran Kabel Tanah Tegangan Rendah (SKTR) dilakukan secara lebih luas.

Senior Manager Konstruksi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta M Eryan Saputra mengatakan uji coba tersebut diperlukan untuk memastikan sistem yang akan diterapkan memenuhi standar keselamatan sekaligus menjaga keandalan layanan listrik.
“Dukungan penuh kami berikan terhadap program penataan kota ini. Saat ini PLN tengah menyiapkan desain serta uji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum SKTR digelar menyeluruh,” ungkapnya.

BACA JUGA:   HUT Ke-81 RI di Istana, Hadirkan Kesan Tak Terlupakan

Dengan pembangunan SJUT dan relokasi berbagai jaringan utilitas ke bawah tanah, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penataan kabel udara dapat dilakukan secara bertahap hingga seluruh kawasan Jakarta menjadi lebih tertib dan nyaman bagi warga.

(Roganda)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments