Kamis, Oktober 22, 2026
BerandaKesehatanCegah Komplikasi Diabetes, Poltekkes Kemenkes Bandung Berdayakan Kader Kesehatan di Ciomas Rahayu

Cegah Komplikasi Diabetes, Poltekkes Kemenkes Bandung Berdayakan Kader Kesehatan di Ciomas Rahayu

BOGOR — Upaya mencegah komplikasi Diabetes Melitus (DM) terus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat. Poltekkes Kemenkes Bandung Kampus Bogor menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Ciomas Rahayu, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan kader kesehatan dan pasien DM tipe II.

Program yang berlangsung sejak April hingga September 2026 tersebut salah satunya berfokus pada pengenalan dan penerapan senam kaki sebagai langkah sederhana untuk membantu mencegah neuropati diabetik.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu melibatkan tiga dosen, yakni Ida Farida, APPd., M.Kes., Camalia Suhertini Sahat, S.Kep., M.Kep.Sp.KMB., dan Siti Nurhalimah, APPd., MPH. Mereka juga mendapat dukungan mahasiswa keperawatan mulai dari tahap persiapan hingga evaluasi program.

Berbeda dengan kegiatan penyuluhan yang hanya berfokus kepada pasien, program ini terlebih dahulu membekali kader kesehatan. Kader diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus pendamping pasien di lingkungan tempat tinggalnya.

Pelatihan kader dilaksanakan pada 4–11 Juni 2026 dan diikuti 20 kader kesehatan. Materi yang diberikan meliputi pemahaman mengenai Diabetes Melitus, risiko komplikasi, serta praktik senam kaki yang dapat dilakukan bersama pasien DM tipe II.

BACA JUGA:   70 Bocah Neroktog Naik Pangkat, Langkah Pulang Mendadak Pakai Mode Hemat

Setelah pelatihan, kader kemudian mendampingi 20 pasien DM tipe II. Pendampingan senam kaki dilakukan secara bertahap mulai 16 Juli hingga 23 Agustus 2026.

Dalam proses tersebut, kader tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membantu pasien membiasakan senam kaki secara rutin. Pendekatan ini diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skor neuropati diabetik pada pasien DM tipe II setelah menerapkan senam kaki selama satu bulan.

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil penting program karena kegiatan tidak berhenti pada penyuluhan. Pengetahuan dan hasil penelitian yang dimiliki perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
“Program ini merupakan implementasi hasil penelitian yang diterapkan kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” demikian disampaikan dalam pelaksanaan program tersebut.

Memasuki September 2026, Poltekkes Kemenkes Bandung melakukan monitoring dan evaluasi secara partisipatif. Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan, aparat pemerintahan mulai dari RT, RW hingga Desa Ciomas Rahayu, tokoh masyarakat, kader kesehatan, mahasiswa, serta dosen.

BACA JUGA:   Sekkel Lenteng Agung Ajak Warga Waspada DBD Lewat Kegiatan PSN

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program meski rangkaian PKM telah berakhir. Kader diharapkan tetap mampu mendampingi pasien dan mendorong penerapan senam kaki secara rutin.

Diabetes Melitus dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, edukasi, pendampingan, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu pasien menjaga kondisi kesehatannya.

Melalui program tersebut, Poltekkes Kemenkes Bandung berharap pasien DM tipe II di Desa Ciomas Rahayu semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan kaki serta mampu melakukan langkah-langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko neuropati diabetik.

Program ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pengetahuan dan hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat. Dengan keberadaan kader yang telah memperoleh pelatihan dan pengalaman pendampingan, manfaat program diharapkan dapat terus berlanjut dan mendukung peningkatan kualitas hidup pasien DM tipe II di Desa Ciomas Rahayu.(Aryo)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments